Categories

Archives

Kisah Sahabat r.hum

1.Kisah Rasa Takutnya Abu Bakar رضي الله عنه Kepada Allah SWT

2.Kisah Rasa Takut Umar bin Khathab رضي الله عنه

3.Kisah uang Tunjangan Abu Bakar رضي الله عنه dari Baitul-Mal

4.Kisah Uang Tunjangan Umar bin Khathab رضي الله عنه dari Baitul-Mal

5.Kisah Penderitaan Khabab bin Al-Arat رضي الله عنه

6.Dakwah Abu Hurairah رضي الله عنه kepada Ibunya

7.Akhlak Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dalam berdakwah kepada manusia

8.Kesabaran Ustman bin Affan رضي الله عنه Dalam Menanggung Penderitaan

9.Kesabaran Thalhah bin Ubaidilah رضي الله عنه Dalam Menanggung Penderitaan

10.Sa’ad رضي الله عنه adalah Orang yang Pertama Melempar Panah di Jalan Allah dan Membunuh Tiga Orang dengan Satu Anak Panah

11.Keberanian Mu’adz bin Amr bin Jamuh dan Mu’adz bin Al-Afra’ r.hum Membunuh Abu Jahal pada hari Peperangan Badar

12.Biografi Abu bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه">

13.Meninggalnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم Dan Kepemimpinan Abu Bakar رضي الله عنه

14.Pengangkatan Abu Bakar Ash-Sidiq رضي الله عنه Menjadi Khalifah

15.Keberanian Hamzah bin Abdul Mutthalib رضي الله عنه

16.Wasiat Abu Bakar رضي الله عنه kepada Umar رضي الله عنه

17.Kecintaan para Sahabat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم

18.Para Sahabat Melintas Sungai Dajlah

19.Keberanian Az-Zubair bin Al-Awwam رضي الله عنه

20.Wasiat Abu Bakar رضي الله عنه kepada Umar رضي الله عنه


Share/Save/Bookmark

I. KHUTBAH RASULULLAH صلى الله عليه وسلم. LIMA HARI MENJELANG WAFAT


Lima hari menjelang wafat, Rasulullah صلى الله عليه وسلم berpidato menerangkan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه.. dibandingkan seluruh sahabat yang lainnya, ditambah lagi instruksi nabi dihadapan seluruh sahabat agar Abu Bakar رضي الله عنه. ditunjuk menjadi imam kaum muslimin dalam shalat. Mungkin khutbah nabi ini merupakan pengganti dari keinginan beliau untuk menuliskan wasiat siapa yang menjadi penggantinya, dalam khutbah ini Rasulullah صلى الله عليه وسلم. mandi sebelumnya kemudian keluar untuk shalat bersama kaum muslimin dan kemudian menyampaikan khutbahnya.
Hal yang pertama kali disebutnya setelah memuji Allah, adalah peri-hal orang-orang yang terbunuh di perang Uhud, maka beliau berdoa dan memohon ampunan untuk mereka. Kemudian beiau berkata,

"Wahai kaum Muhajirin sesunggunya jumlah kalian semakin banyak, sementara Anshar tetap sebagaimana adanya, dan sesungguhnya mereka adalah ibarat rumah tempat kembaliku, oleh karena itu hormatilah orang-orang yang mulia diantara mereka, dan maafkanlah orang-orang yang berbuat kesalahan dari mereka. Kemudian beliau melanjutkan,    "Wahai sekalian manusia sesungguhnya ada seorang hamba yang disuruh untuk memilih antara kekal di dunia atau memilih apa-apa yang ada di sisi Allah, maka dia memilih apa-apa yang ada di sisi Allah."

Maka ketika itu hanya Abu Bakar رضي الله عنه. yang faham dari sekian banyak para sahabat, dan beliau langsung menangis. Beliau berkata, "Tetapi kamilah yang menjadi tebusanmu  wahai Rasulullah saw. dengan diri kami, anak-anak maupun harta kami," maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم. menjawab, "Sebentar wahai Abu Bakarرضي الله عنه.!  Lihatlah ke arah pintu-pintu rumah yang mengarah ke masjid, maka tutuplah kecuali pintu Abu Bakar, aku tidak pernah mengetahui ada seseorang yang begitu mulia berteman denganku selain Abu Bakar."49 Imam Ahmad berkata, " Amir menyampaikan kepada kami, ia berkata, Fulaih menyampaikan kepada kami dari Salim Abu Nadhr dari Bisr bin Sa'id dari Abu Sa'id, dia berkata," Rasulullah صلى الله عليه وسلم.   pernah berpidato sembari berkata, " Sesungguhnya Allah menyuruh seorang hamba memilih antara dunia dan apa-apa yang dijanjikanNya di sisiNya, namun hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah."

Abu Sa'id رضي الله عنه berkata, "Seketika itu Abu Bakar menangis, dan kami heran kenapa beliau menangis, padahal Rasulullah saw. hanyalah menceritakan seorang hamba yang diberi pilihan. Namun akhirnya kami paham bahwa sebenarnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. tahu siapa hamba yang dimaksud tersebut, karena itu maka Abu Bakarlah yang paling alim di antara kami."

Rasulullah صلى الله عليه وسلم. bersabda, "Andai saja aku dibolehkan mengangkat seseorang menjadi kekasihku selain Rabbku pastilah aku memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan Islam dan kecintaan karenanya, maka jangan ada lagi rumah-rumah yang pintunya mengarah ke masjid dan hendaklah ditutup kecuali pintu Abu Bakar saja. "50

Dan Imam al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dari jalan Abu Amir al-Aqadi رضي الله عنه dengan sanad yang sama.51
Imam al-Bukhari meriwayatkan dari jalur Abdurrahman bin Sulaiman bin Hanzalah bin al-Ghasil dari Ikrimah dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم. suatu hari keluar  dalam keadaan sakit yang membawanya wafat dengan mengikatkan kain di kepalanya yang ujungnya terjuntai di antara dua bahunya, beliau duduk diatas mimbar, kemudian menyebutkan khutbah tadi, di antara isinya wasiat agar berbuat baik terhadap kaum Anshar hingga akhirnya Ibnu Abbas berkata, "Itulah majelis dan khutbah terakhir Rasulullah saw.”52


II. Perintah Rasulullah Agar Abu Bakar رضي الله عنه  Menjadi Imam Bagi Para  Sahabat Dan Keluarnya Rasul Ikut Melaksanakan Shalat Di Belakangnya Dalam Beberapa Kesempatan


Imam Ahmad berkata, Ya'qub menyampaikan kepada kami, ia berkata, ayahku menyampaikan kepadaku dari Ibnu Ishaq, dia berkata, Ibnu Syihab al-Zuhri berkata, telah berkata kepadaku Abdul Malik bin Abu Bakar bin Abdurrahman bin al-Haris Ibnu Hisyam dari bapaknya dari Abdullah bin Zam'ah bin al-Aswad bin al-Muththalib bin Asad رضي الله عنه, dia berkata, "Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم. sakit53 aku berada di sisinya bersama beberapa orang dari kaum muslimin, kemudian Bilal mengumandangkan adzan, maka Rasulullah saw. bersabda, " Perintahkan agar seseorang menjadi imam kaum muslimin." Maka aku keluar, dan di sana aku bertemu Umar, sementara Abu Bakar ketika itu tidak kelihatan, maka aku katakan kepada Umar, "Bangkitlah wahai Umar dan majulah anda menjadi imam shalat, maka Umar berdiri dan mulai bertakbir, tatkala Rasulullah saw. mendengar suara Umar -dan Umar terkenal dengan suara-nya yang keras- Rasulullah saw. berkata,
"Mana Abu Bakar? Sesunguhnya Allah dan kaum muslimin tidak akan rela hal ini, sesungguhnya Allah dan kaum muslimin tidak rela hal ini!"

Maka diutus orang untuk mencari Abu Bakar رضي الله عنه dan akhirnya beliau datang setelah Umar رضي الله عنه selesai melaksanakan shalat dan Abu Bakar kembali shalat mengimami manusia.
Abdullah bin Zam'ah رضي الله عنه berkata, "Umar berkata kepadaku, 'Celakalah engkau hai Ibnu Zam'ah apa yang telah kau perbuat terhadapku? Demi Allah aku tidak mengira apa yang kau perintahkan tadi adalah perintah Rasulullah saw., kalau aku tahu niscaya aku tidak akan pernah berani menjadi imam shalat!' Aku katakan, "Demi Allah aku tidak pernah diperintahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. untuk nemilihmu, namun ketika kulihat Abu Bakar tidak ada maka engkulah ku-anggap yang lebih berhak untuk menjadi imam kami dalam shalat."54 Seperti inilah yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Ibnu Ishaq, dia rerkata, "Telah berkata kepadaku az-Zuhri55 dan Yunus meriwayatkannya dari Bukair dari Ibnu Ishaq dia berkata, telah berkata kepadaku Ya'qub bin Utbah dari Abu Bakar bin Abdurrahman dari Abdullah bin Zam'ah رضي الله عنه, kemu-dian dia menyebutkan hadits tersebut.56

Abu Dawud berkata, "Telah berkata kepada kami Ahmad bin Shalih dia berkata, Telah berkata kepada kami bin Abi Fudaik, dia berkata, telah berkata kepadaku Musa bin Ya'qub dari Abdurrahman Ibnu Ishaq dari bin Syihab dari Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bahwa Abdullah bin Zam'ah رضي الله عنه memberitahukannya tentang hadits ini, dia berkata, "Ketika Nabi mendengar suara Umar seketika Nabi keluar hingga mengeluarkan kepala beliau dari dalam kamarnya dan berkata, "Tidak... tidak... tidak hendaklah yang menjadi imam shalat Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar)!" Beliau mengucapkan hal itu sambil marah.57 

Imam al-Bukhari berkata, "Kami diberitahukan oleh Umar bin Hafs, dia berkata, telah berkata kepada kami Ayahku, dia berkata, telah berkata kepada kami al-A'masy dari Ibrahim. al-Aswad رضي الله عنه berkata, "Ketika Rasulullah saw. menderita penyakit yang membuatnya wafat, maka masuklah waktu shalat dan Bilal mulai mengumandangkan Adzan, kemudian Rasulullah saw. berkata,
"Perintahkanlah Abu Bakar agar menjadi imam manusial"

Ada di antara istri beliau yang berkata kepadanya, "Sesungguhnya Abu Bakar seorang yang gampang menangis, jika ia menggantikan posisimu sebagai imam dikhawatirkan ia tidak dapat melakukannya, namun Rasulullah saw. mengulangi kembali perintahnya dan mereka kembali memberi jawaban yang sama, hingga akhirnya Rasulullah saw. mengulangi tiga kali, sambil berkata kepada para istrinya, "
Sesungguhnya kalian sama saja dengan perempuan yang  menggoda Nabi Yusuf, perintahkan Abu Bakar agar menjadi Imam shalat!"

Maka keluarlah Abu Bakar رضي الله عنه sementara Nabi صلى الله عليه وسلم merasakan badannya agak lebih ringan, hingga akhirnya beliau turut dipapah dua orang lelaki, dan aku dapat melihat kakinya melangkah perlahan disebabkan sakit, kemudian Abu Bakar berkeinginan mundur namun Rasulullah صلى الله عليه وسلم. mengisyaratkan agar ia tetap ditempatnya, kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم. dipapah hingga akhirnya shalat dalam keadaan duduk di sampingnya." Ada yang bertanya kepada A'masy," Apakah Nabi shalat menjadi Imam dan Abu Bakar mengikuti shalatnya sementara orang-orang shalat mengikuti Abu Bakar?" Maka dia menganggukkan kepalanya dan berkata, "Ya!"58 dan Imam al-Bukhari telah meriwayatkan kisah ini lebih dari satu tempat dalam kitabnya, demikian pula imam Muslim, an-Nasa'i, Ibnu Majah, melalui beberapa jalur dari A'masy.

Di antaranya ada yang diriwayatkan  al-Bukhari dari Qutaibah, dan Muslim dari Abu Bakr bin Syaibah dan Yahya bin Yahya dari Mu'awiyah.59


Imam al-Bukhari berkata, "Telah berkata kepada kami Abdullah bin Yusuf, dia berkata, telah berkata kepada kami Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah, dia berkata, Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. pernah berkata ketika beliau sakit, Perintahkan Abu Bakar agar shalat menjadi imam manusia."  Ibnu Syihab berkata, "Telah berkata kepadaku Ubaidullah bin Abdullah dari Aisyah bahwa dia berkata, "Aku telah membantah Rasulullah saw. dalam masalah ini, dan tidaklah aku berbuat demikian kecuali takut manusia akan merasa pesimis terhadap Abu Bakar, maka aku ingin agar Rasulullah saw. melimpahkan perintahnya kepada selain Abu Bakar.60


Dalam kitab Shahihain dari hadits Abdul Malik bin Umair dari Abu Burdah dari Abu Musa  رضي الله عنه dari Ayahnya, dia berkata, ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم. sakit dia berkata, "Perintahkan agar Abu Bakar menjadi imam manusia. Maka Aisyah رضي الله عنه menjawab, "Wahai Rasulullah saw. sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang lelaki yang halus perasaannya dan jika dia menggantikan posisimu niscaya dia tidak akan sanggup." Rasulullah صلى الله عليه وسلم. menjawab, "Perintahkan Abu Bakar agar menjadi imam sesungguhnya kalian sama saja seperti para wanita yang menggoda Nabi Yusuf!"
Maka Abu Bakar sejak itu menjadi imam shalat di masa Rasulullah saw. hidup.61

Imam Ahmad berkata, Telah berkata kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, dia berkata, "Kami diberitahu oleh Zaidah dari Musa bin Abi Aisyah dari Ubaidullah bin Abdillah, aku masuk menjumpai Aisyah dan kutanya-kan padanya, "Maukah anda menceritakan padaku perihal Rasulullah saw. sakit?" Ia berkata, "Ya, ketika penyakit beliau semakin berat, beliau berkata, "apakah orang-orang telah shalat?"    Kami katakan, "Belum! mereka menunggumu wahai Rasulullah saw.." Beliau berkata,    "Siramkan air ke dalam bejana!"62Kami segera melakukannya. Kemudian Rasulullah saw. mandi, ketika selesai beliau siap-siap berangkat namun akhirnya jatuh pingsan, tak berapa lama kemudian beliau kembali sadar dan bertanya, "Apakah orang-orang telah shalat?" Kami menjawab, "Belum, mereka menantimu wahai Rasulullah saw.!" Kemudian dia kembali berkata, "Tuangkan air buatku di bejana!" Maka kami kembali menuangkannya dan beliau kembali mandi, kemudian ketika bersiap-siap hendak keluar beliau jatuh pingsan lagi dan tak lama kemudian beliau sadar sambil bertanya, "Apakah orang-orang telah shalat?" Kami menjawab, "Belum, sebab mereka menanti anda Wahai Rasulullah saw.." Aisyah berkata, "Sementara orang-orang dalam keadaan hening di masjid sambil menanti kedatangan Rasulullah saw. untuk melaksanakan shalat Isya, maka Rasulullah saw. mengutus seseorang menjumpai Abu Bakar agar ia menjadi imam shalat." Dan Abu Bakar adalah seorang yang  lembut suaranya, maka ia berkata kepada Umar, "Wahai Umar majulah anda sebagai Imam shalat," Umar menjawab, "Anda lebih berhak untuk menjadi imam." Maka beberapa hari sejak itu Abu Bakar menjadi Imam shalat. Suatu hari Rasulullah saw. merasa badannya agak lebih ringan dari biasanya, maka beliau keluar dipapah dua orang lelaki, salah satunya Abbas untuk melaksanakan shalat Dzuhur, ketika Abu Bakar melihat keda-tangan Rasulullah saw. maka dia bersiap-siap untuk mundur, namun Rasulullah saw. perintahkan agar ia tetap di tempatnya, dan beliau memerintahkan kepada dua orang yang memapahnya tadi agar mendudukkan beliau di samping Abu Bakar, maka Abu Bakar shalat dalam berdiri sementara Rasulullah saw. shalat dalam keadaan duduk. Ubaidullah berkata, "Maka aku masuk menemui Ibnu Abbas dan berkata padanya, "Maukah engkau kuceritakan apa yang disam-paikan Aisyah tentang sakit Rasulullah saw.?" Dia berkata, "Coba ceritakan!" Maka aku menceritakan seluruhnya dan dia tidak sedikitpun mengingkari apa yang kuberitakan, kecuali satu pertanyaan, "Apakah ‘Aisyah ra. memberita-hukan kepadamu siapa nama lelaki yang memapah Rasulullah saw. bersama Abbas?" Kukatakan 'Tidak." Dia berkata, "Sesungguhnya ia adalah Ali. "63

Imam al-Bukhari berkata dalam shahihnya, "Telah berkata kepada kami Abul Yaman, dia berkata, telah berkata kepada kami Syu'aib dari az-Zuhri, dia berkata, telah berkata kepadaku Anas bin Malik, beliau adalah orang yang selalu mengiringi Nabi serta berkhidmat kepadanya, bahwa Abu Bakar shalat menjadi Imam mereka ketika Rasulullah saw. dalam keadaan sakit yang membawanya kepada kematian, maka pada hari Senin saat mereka sedang shalat berjama'ah, tiba-tiba Rasulullah saw. menyingkap tirai penutup rumahnya sambil melihat kepada kami. Wajah beliau putih laksana kertas dalam keadaan tersenyum lebar. Konsentrasi kami nyaris terganggu disebabkan perasaan senang dapat melihat Rasulullah saw. Abu Bakar mundur ke belakang untuk masuk ke dalam shaf dengan anggapan bahwa Nabi akan keluar mengimami shalat, namun Rasulullah saw. mengisyaratkan kepada kami agar melanjutkan shalat kemudian beliau menutup tirai penutup rumahnya."64 Akhirnya beliau wafat pada hari itu juga.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Sufyan bin Uyainah, dan Shabih bin Kaisan beserta Ma'mar dari Az-Zuhri dari Anas  . Kemudian Imam al-Bukhari berkata, "Telah berkata kepada kami Abu Ma'mar, dia berkata, telah berkata kepada kami Abdul Warits, dia berkata, telah berkata kepada kami Abdul Aziz dari Anas bin Malik, dia berkata, 'Sudah tiga hari Rasulullah saw. tidak dapat keluar menjadi imam shalat, maka pada hari ketiga setelah iqamat dikumandangkan, lantas Abu Bakar bersiap-siap untuk maju, namun Nabi berkata, 'Bukalah hijab rumah ini!' Ketika wajah Nabi muncul maka seketika kami merasa tidak ada pemandangan yang lebih indah dari wajah Nabi yang muncul kepada kami, namun beliau mengisyaratkan   agar Abu Bakar tetap menjadi Imam dan kemudian diakembali menutup kain rumahnya. Dan pada hari itulah beliau wafat."65Muslim66 meriwayatkannya dari hadits Abdus Shamad bin Abdul Warits dari ayahnya.
Ini merupakan dalil yang paling jelas bahwa Nabi  tidak shalat Subuh pada hari Senin bersama jama'ah. Dan beliau tidak dapat keluar rumah selama tiga hari. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa shalat beliau terakhir bersama jama'ah adalah shalat Dzuhur, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits ‘Aisyah ra. tadi. Dan hari itu adalah hari Kamis, bukan hari Sabtu dan bukan pula hari Ahad, sebagaimana yang diceritakan oleh al-Baihaqi dari Maghaazi Musa bin Uqbah dan dia adalah lemah67 setelah kami terangkan tentang khutbah beliau sesudah itu. Dan disebabkan beliau tidak menemui orang-orang sejak hari Jum'at, Sabtu dan Ahad, yaitu dalam tiga hari. Az-Zuhri berkata, diriwayatkan dari Abu Bakar bin Abi Saburah68bahwa Abu Bakar shalat menjadi imam mereka sebanyak 17 kali shalat, ada yang mengatakan 20 kali shalat,    wallahu a’lam.    Kemudian mereka melihat wajah Rasulullah saw. yang mulia pada pagi hari Senin dan beliau melihat mereka untuk terakhir kalinya sebagai tatapan perpisahan yang hampir saja meng-ganggu shalat mereka. Itulah kali terakhir mayoritas para sahabat melihat beliau. Hal yang perlu
digaris bawahi di sini yaitu sikap Rasulullah saw. yang mengedepankan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. sebagai imam bagi seluruh sahabat dalam shalat sebagai rukun terbesar dari bagian rukun Islam yang bersifat amaliyah.
Syeikh Abul Hasan al-Asya'ari berkata, "Perintah Rasulullah saw. memajukan Abu Bakar adalah suatu perkara yang jelas dalam agama Islam." la berkata, "Sikap Rasulullah saw. ketika mengedepankan Abu Bakar sebagi Imam shalat adalah pertanda bahwa beliaulah orang yang paling alim dari seluruh sahabat dan yang paling baik bacaannya, sebagaimana yang terdapat dalam sebuah hadits yang disepakati oleh ulama keshahihannya bahwa Rasulullah saw. ber-sabda, " Orang yang Berhak menjadi imam bagi suatu kaum adalah yang paling baik bacaannya terhadap kitab Alah, jika ternyata bacaannya sama baiknya, rnaka yang lebih berhak adalah orang yang lebih alim terhadap sunnah, dan jika ternyata mereka  sama alimnya maka yang didahulukan adalah yang lebih tua, dan jika ternyata usia mereka sama moka yang didahulukan yang lebih dahulu keislamannya."69
Ibnu Katsir berkata, "Ungkapan Abul Hasan al-Asy'ari"    ini sangat layak  untuk ditulis dengan tinta emas. Dan seluruh kriteria imam terkumpul dalam sosok Abu Bakar ash-Shiddiq ra.. Shalat Rasulullah saw. di belakangnya dalam beberapa kesempatan, sebagaimana yang telah kami terangkan sebelumnya tidak bertentangan dengan sebuah hadits shahih yang diriwayatkan bahwa Abu Bakar bermakmum dibelakang Rasulullah saw. karena hal tersebut terjadi dalam kesempatan lain, sebagimana yang telah dijelaskan oleh Imam Syafi'i dan imam-imam lainnya."








49 Diriwayatkan oleh al-Ba¡haq¡ dalam Dala'il an-Nubuwwah 1IYI7 dari hadits Yunus dari Abu Ishaq dari Ayyub bin Basyir. Uqbah berkata, "Ini walaupun mi/rea/tetapi kandungannya terdapat semakna dengan hadits Ibnu Abbas tentang tanggal terjadinya khutbah ini dan peristiwa ini setelah Rasulullah saw. mandi, kemudian memberikan waisat kepada manusia sambil memberlkan kabar duka cita akan wafatnya dirinya kepada manusia." Ibnu Katsir berkata, "Ini adalah mursal dan memiliki banyak s/aVwo'Cpenguar.)." 5/229.
50 Musnad Ahmad, 3/18.
51 Shahih al-Bukhari, kitab al-Fadhail Bab Saddul abwab, 7/12 dari Fathul Barí
52 kitab al-Manaqib, bab Alamat an-Nubuwwah 6/628 dari Fathul Bari

53 penyakit parah yang membuat dirinya tidak lagi dapat berdiri
54 musnad Ahmad, 4/322
55 Abu Dawud, Kitab as-Sunnah, Bab FiIstikhlaf AbiBakr, 5/47 hadits no. 4660
56 As-Sirah an-Nabawiyah, 2/652.
57 As-sunan, 5/48 hadits no 4661.
58 Shahih al-Bukhari, kitab as-Shalat, bab Hadal-Maridh an Yasyhadal-Jama'ah, 1/161 Cet. Turki.
59 Sahih Muslim no. 95, 96, 97 dari kitab ash-Shalat
60 Shahih al-Bukhari, kitab al-Maghazi, bab Maradh Rasulillah wa Wafatih/8/ 140 dari FathulBan

63 Musnad Ahmad 21/229 dari al-Fath ar-Rabbani, dan bandingkan dengan Shahih Muslim no. 90 dari kitab shalat 1/311, dan
Shahih al- Bukhari, bab had al-maridh an yasyhad al-jama'ah 1/ 161 Cet. turki
64 Shahih al-Bukhari, kitab al-maghazi, bab maradh rasulillah wawafatuh 8/143 dengan Fathul Bari
65 Shanih al-Bukhari, kitab shalat, bab ahlu al-ilm wal fadhl ahaqqu bial-imamah 1/166
66 Shanih Muslim no. 100 dari kitab shalat 1/315.

67 Ad-Dala'il an-Nubuwwah 7/ 193.
68 Abu Bakar bin Saburah adalah salan seorang yang ditlnggalkan riwayatnya (matruk), jika kita memlllh apa yang diplllh
oleh
Ibnu    Kasir, maka kita akan dapatl Abu Bakar telah shalat bersama kaum musllmin sebanyak 19 shalat, shalat ashar,
maghrib,
pada hari kamis dan tiga hari sebelumnya secara berturut-turut (jumat-sabtu dan ahad) serta fajar hari senin
69 Lihat Risalah al-Ibanah him. 67, beliau telah meyebutkan hal sepertl ini, dan hadits ini dlkeluarkan oleh Muslim dalam
Shahlhnya, kltab al-Masajid wa Mawadhi'ash-Shalat, bab Man Ahaqqu til Imamah, hadits no. 672, hadits ini juga memillkl
syahid sebagal penguat dalam Shahih al-Bukhari dari hadits Malik bin al-Huwalrlts, kitab al-Adzan, bab Idza Istawau fi al-
Qira'ah Falyaummuhum Akbaruhum 2/170 lihat Fathul Barí.








2 komentar

  1. marsya  

    bagaimana dengan sayidina Ali radhiyallahu anhu?
    tidak ada yg menolak bahwasannya Ali R.A adalah sahabat yang paling utama dan paling berilmu diantara sahabat yg lain karena tumbuh di rumah kenabian..
    terus bagaimana dengan perisiwa ghadir khum yg jelas2 Rasulullah mengangkat Ali r.a sebagai penerusnya di dlm pidatonya.
    itu baru sejarah yang jelas..

    tidak mungkin Rasulullah saw marah gara2 hal sepele seperti itu.
    Rasulullah saw orang yang paling sabar dalam segala hal..
    astaghfirullah...

    dosa lho..

  2. kisahshahabat  

    ukhti marsya...
    insya Allah akan di posting keutamaan Umar, Ustman, dan Ali رضي الله عنه dan yang sahabat lainnya disisi Allah, apabila diceritakan keutamaan satu sahabat رضي الله عنه maka cerita ini tidak berarti mengecilkan keutamaan sahabat رضي الله عنه yang lainnya disisi Allah, setiap sahabat memiliki keutamaan masing2 disisi Allah
    ukhti juga bisa melihat sumber dari kisah ini...
    dan menurut saya para ulama salaf (terdahulu) lebih paham dan lebih tinggi keilmuan agama baik itu dari segi ilmu fiqih, ilmu hadist, amal dll dan juga lebih paham akan sejarah para sahabat رضي الله عنه dari saya atau pun ukhti sendiri...
    Wallahu 'Alam

Posting Komentar

Translate Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Page on Facebook

Statistic

100 Blog Indonesia Terbaik Religion Blogs TopOfBlogs Top Blogs Powered by Stats 21 Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com
clock

ShoutMix chat widget